Pengiriman email biasanya dilakukan dengan menggunakan fungsi mail() yang sudah ada didalam PHP sendiri tetapi biasanya kita memerlukan agar pengiriman email bisa dikirim lewat SMTP. Saya akan menjelaskan bagaimana cara mengirim email melalui SMTP dengan Zend Framework lewat Google Email atau yang biasa disebut dengan google apps.
PHP Developers Day
13-Jun-08
Temans,
Barusan dapat info neh.. kalo Zend di Indonesia mau ngadain event bareng Microsoft, dan yang pasti kalo mau belajar Zend disini sama masternya langsung hehehe.. Mr. Riki Risnandar ZCE, MCP. Bagi yang mau booking buruan, soalnya tempatnya terbatas. Silahkan hubungi RSVP nya : Mba Fitri dpeevent[at]hotmail.com atau telfon ke 021-2551 8100 ext 8163.
Ini Undangannya, jangan lupa ajakin temen2 nya ya…
Penggunaan Zend Controller Plugin
25-Mar-08Zend_Controller mengizinkan kita untuk memasukkan plugin kedalamnya. Tujuan dari penggunaan plugin ini adalah untuk menambahkan aksi tertentu di setiap pemanggilan controller.Dengan begitu kita bisa membuat aplikasi dasar dari sitem yang kita buat (seperti pengecekan login/session/cookie).
Dalam pembuatan plugin ini ada beberapa method yang sudah disediakan oleh Zend_Controller_Plugin_Abstract yang digunakan untuk menentukan even dari plugin yang akan buat. Berikut ini penjelasan singkat dari method - method tersebut:
- routeStartUp()
Method ini dieksekusi sebelum memanggil router untuk mengevaluasi request yang dikirimkan sesuai dengan route yang didaftarkan. - routeShutdown()
Method ini dieksekusi setelah router mengevaluasi request yang dikirimkan. - dispatchLoopStartup()
Method ini dieksekusi sebelum Zend_Controller_Front masuk ke bagian loop dispatch. - preDispatch()
Method ini dieksekusi sebelum sebuah action dikirimkan oleh dispatcher. - postDispatch()
Method ini dieksekusi sebelum setelah action dikirimkan oleh dispatcher. - dispatchLoopShutdown()
Method ini dieksekusi setelah Zend_Controller_Front keluar dari loop dispatch.
Dispatch adalah proses mengambil request objek untuk menentukan nama modul, controller, action dan juga paramater - paramter yang dikirimkan melalui request. Kemudian membuat instan dari controller dan memanggil action yang sudah ditentukan.
Membuat Plugin
Untuk membuat plugin dari Zend_Controller sangatlah mudah, cukup dengan membuat extend dari Class Zend_Controller_Plugin_Abstract. Lihat contoh berikut:
<?php
require_once 'Zend/Controller/Plugin/Abstract.php';
class Class_Controller_Plugin_MyPlugin extends Zend_Controller_Plugin_Abstract
{
// ...
}
Zend_Controller_Plugin_Abstract juga menyediakan method getRequest() dan getResponse() untuk mengakses request dan response object.
Menggunakan Plugin
Agar plugin yang kita buat dapat digunakan, maka harus didaftarkan terlebih dahulu dengan menggunakan method Zend_Controller_Front::registerPlugin(). Berikut ini contoh kode untuk mendaftarkan plugin:
<?php
require_once 'Zend/Controller/Front.php';
<?php
$frontController = Zend_Controller_Front::getInstance();
$frontController->throwExceptions(true);
$frontController->setControllerDirectory('./application/controllers')
->registerPlugin(new Class_Controller_Plugin_MyPlugin);
$frontController->dispatch();
Untuk lebih jelas lagi, berikut ini saya berikan contoh plugin untuk pengecekan login dengan menggunakan method preDispatch(). Yang mana plugin ini akan mencek apakah user yang mengakses sistem sudah login atau belum. Jika belum login maka akan ditampilkan halaman untuk login.
<?php
require_once 'Zend/Controller/Plugin/Abstract.php';
class Class_Controller_Plugin_CheckLogin extends Zend_Controller_Plugin_Abstract
{
public function preDispatch()
{
$login = false;
if (! $login) {
$request = $this->getRequest();
// tampilkan halaman login
$request->setModuleName('default');
$request->setControllerName('login');
$request->setActionName('index');
}
}
}
Kode diatas adalah contoh dasar plugin untuk pengecekan login, untuk itu anda harus menyesuaikan kondisi login pada plugin tersebut dengan sistem yang anda buat. Begitu juga untuk nama modul, controller dan action.
Catatan:
Penamaan class plugin diatas sesuai dengan Naming Convention Zend Framework. Kalau anda belum mengerti tentang Naming Convention Zend Framework, silahkan dibaca - baca terlebih dahulu dan untuk versi Indonesiannya bisa dilihat disini.
Referensi:
- Zend Framework Programmer’s Reference Guide
- Helper and Plugin
Author: dollyaswin
Zend Framework 1.5 Release
20-Mar-08Setelah penantian panjang akhirnya Zend Framework mengeluarkan versi 1.5 stable, versi 1.5 ini terdapat banyak fitur-fitur baru dan canggih yang siap pakai dan sudah di release versi stablenya. Berikut komponen library yang dapat digunakan, diantaranya.
- Komponen Zend_Form yang baru
- Komponen Zend_Layout yang baru
- Action View Helper yang baru, yang sudah mendukung fungsi AJAX dan JSON
- Mendukung Lucene 2.0
- Mendukung penggunaan LDAP dan openID untuk otentifikasi
- Webservices baru yang mendukung Technocrati, Nirvanix and SlideShare
Dari library i8N, ada tambahan sebagai berikut
- Zend_Translate, penambahan fungsi scan direktori per modul
- Zend_Transalate, penambahan untuk mendukung cache sehingga akan berjalan lebih cepat
- Zend_Locale, mendukung deteksi otomatis untuk *nix server
- Zend_Date, mendeteksi otomatis wilayah regional user untuk sistem penanggalan
dan masih banyak lainnya, so tunggu aja tutorial di website ini…
